>Mata kail, by Irwin Ismail

>



Dengan sekian banyaknya jenis kail di toko pancing langganan, mungkin kita akan pilih kail asal2an saja. Padahal semua kail itu sudah di disain untuk keperluan atau aplikasi tertentu untuk meningkatkan persentase ikan dapat menelan umpan dengan sempurna.

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran lebih jelas dari kegunaan masing2 jenis kail yang ada di pasaran.

Gambar disebelah menunjukkan anatomi sebuah mata kail yang umum terdapat disemua kail. Variasi dari bentuk dasar inilah yang menjadikan bermacam-2 bentuk kail seperti yang akan kita ulas dibawah.

Mari kita bahas bagian kail satu persatu.


The Eye

Disinilah tempat kita mengikat kail, atau tempat mencantolkannya ke umpan tiruan. Bentuk yang paling umum di jumpai adalah yang berbentuk bolong, yang terbentuk dari bahan kail itu sendiri yang di bengkokkan sehingga membentuk lingkaran.

Ada juga kail yang tidak bolong (tidak ada lubangnya), akan tetapi biasanya bentuk2 khusus ini di buat untuk aplikasi yang tertentu saja.

The Shank

Yang di sebut badan kail adalah panjang kail, di mulai dari tempat mengikat kail sampai ke titik dimana kail di bengkokkan. Panjang dari badan ini bisa pendek, sedang atau panjang. Bodi yang pendek biasanya di pakai bentuk umpan tiruan tertentu, biasanya umpan2 yang dipakai pada teknik Fly. Bodi dengan panjang sedang adalah yang terbanyak dipakai di berbagai aplikasi mancing, sedangkan kali dengan bodi yang panjang biasanya di pakai untuk teknik mancing yang memakai umpan besar, ngoncer dengan umpan hidup, misalnya.

The Gap

Diukur dari jarak antara mata kail dengan bodi. Biasanya jarak lebar kail ini proporsional, artinya makin panjang bodinya, ya lebarnya juga makin besar. Tetapi ada juga lebar kail yang lebih dari ‘rata2’. Biasanya ini di peruntukkan bagi teknik mancing yang menggunakan umpan yang tebal, misalnya untuk riggingan umpan trolling konahead, ataupun umpan alami lain yang ber bodi tebal.

The Point

Bagian inilah yang menusuk bibir ikan target. Ada yang berbentuk bundar biasa seperti mata jarum, ada yang gepeng seperti pisau dan bentuk2 lainnya. Yang paling penting di perhatikan disini adalah mata kail itu haruslah tajam, itu saja. Biasanya mata kail murahan memang dari pabriknya kurang tajam dibanding mata kail dari pabrik yang sudah punya nama.

The Barb

Tugas dan fungsi cantolan ini jelas, yaitu menjaga supaya ikan tidak terlepas begitu mata kail sudah menancap di bibir ikan. Semakin besar barb, semakin susah buat ikan (dan juga kita)untuk melepaskannya. Untuk itulah, para pemancing yg menganut aliran ‘catch and release’ selalu membuang barb ini dengan jalan mengikirnya, atau membuatnya gepeng dengan bantuan tang.

Bentuk dan Jenis Kail

Setelah kita mengerti komponen dasar dari sebuah kail, sekarang kita akan melihat macam2 fungsi kail yang beredar dipasaran.


Bait hooks
Cirinya adalah adanya semacam barb yang berada di badan. Ini berfungsi agar
umpan tidak gampang lepas dari kail tersebut.

Treble Hooks
Kail treble amat gampang dikenali dari bentuknya yang khas itu. Fitur 3 matanya jelas memberikan keuntungan dan kerugian nya masing2. 3 mata jelas memperbesar kemungkinan kail menancap dengan sempurna. Kail jenis ini luas di pergunakan oleh pemancing ikan2 bermulut kecil seperti baronang, dan juga pemancing yang menggunakan umpan tiruan seperti jig. Kerugiannya adalah mudah terlihat dan membuat ikan malah curiga karena bentuk nya yg tidak alami.

Siwash Hooks
Bentuk shank nya panjang, begitu juga dengan matanya. Tidak ada fitur istimewa
pada kail ini, karena bentuknya memang standard saja.

Aberdeen Hooks
Shank nya yang amat panjang merupakan cirinya. Biasanya di gunakan pada teknik mancing ngoncer dengan umpan alami.

Circle Hooks
Circle hook punya bentuk yang paling aneh dari semua mata pancing. Keistimewaan mata kail ini adalah jika ikan terdeteksi memakan umpan, kita tiperlu menggentak joran seperti biasanya, tetapi cukup dengan menegkenur. Kail akan menancap sempurna dengan sendirinya di bibir ikan. Penggunaan circle hook ini masih sering di perdebatkan, tapi banyak pemanyang mulai beralih menggunakannya karena keistimewaanya tadi.

Octopus Hooks
Bentuk shank nya yang pendek di kombinasikan dengan gap yang lebar dan kemiringan tempat ikatan kail menandakan cirinya. Ini juga adalah salah satu mata kail yang dipakai secara luas di berbagai teknik mancing, termasuk ngoncer dengan umpan hidup.

Worm hook
Perhatikan antara mata kail dan tempat mengikat kailnya yang nyaris berada dalam satu garis lurus. Berbeda dengan kail2 lain, ‘worm hook’ ini didesain untuk tidak
mudah tersangkut jka memancing di tempat yang banyak pohon tumbangnya. Kail ini luas di gunakan dengan menggunakan umpan tiruan dari plastik.

Jig hooks
Di desain khusus untuk di pergunakan dengan jig moulds. Penggunaannya cukup spesifik sehingga tidak popoler di khalayak ramai.

Drop-shot hooks
Didesain untuk menggunakan ikatan Palomar, gap nya yang melebar memberikan kemudahan untuk memasang umpan2 yang besar.

Weedles hooks
aplikasi memancing di pedalaman yang banyak sekali. Kail ini kebanyakan di pakai oleh pemancing yang menggunakan umpan plastik tiruan.

Topwater jerkbait hooks
Mirip dengan worm hooks, tapi jarak gapnya lebih lebar. Juga di gunakan dengan menggunakan umpan plastic tiruan.

Keeper hooks
Penggunaanya mirip2 dengan Weedles hooks, dipergunakan oleh pemancing dengan umpan plastic tiruan.

Dressed / feathered trebles
Ini adalah kombinasi dari treble hook dengan di berikan bulu2 untuk menipu ikan. Saat digunakan, bulu2 ini bisa membuat gerakan memutar didalam air, yang diharapkan akan menarik perhatian sang ikan untuk memangsanya.


Ukuran kail
Banyak dari kita sering di pusingkan dengan ukuran kail. Berapa sih ukuran kail yang tepat untuk ikan tenggiri di kepulauan 1000? Apa sih bedanya ukuran 0 dengan 0/ ?

Sejauh ini, kail terkecil yang di buat adalah ukuran 32, dan yang terbesar adalah ukuran 20/0.
Jadi, urut2an kail dari kecil ke besar adalah seperti ini:


Paling kecil … paling besar
32, 30, 28, …., 2, 1, 1/0, 2/0, 3/0, …..18/0,19/0, 20/0



Harga
Harga kail ditentukan oleh berbagai factor, tapi mungkin bisa kita bedakan dari 3 komponen utama: kualitas, materi yang di gunakan, dan fitur yang ada. Perusahaan terkenal akan menjaga mutu barang yang mereka produksi, dan terus melakukan riset untuk mengembangkan kail2 yang bermutu tinggi. Hal ini tentu tidak bisa di ikuti oleh perusahaan yang baru. Mereka hanya akan mencontoh bentuk kail yang ada, dengan materi seadanya saja.

Sebagai contoh, bahan Vanadium harga materialnya bisa mencapai 2 kali harga HC80 yang terbuat dari ‘carbon steel’, bahan dari kebanyakan kail lainnya. Kail2 dengan bahan vanadium ini lebih kuat 25% dari kail lainnya. Kail yang di lapisi dengan Teflon juga merupakan contoh lainnya.
Jelas si pemakai harus menanggung biaya ekstra untuk mendapatkan kail2 ini.

Mulailah dengan kail2 yang standard, dan meningkat sesuai dengan bertambahnya pengalaman dan kesukaan anda akan teknik mancing tertentu. Jika anda sudah menemukan teknik tertentu yang anda sukai, belilah kail terbaik yang anda bisa dapatkan dengan dana yang ada. Satu hal yang perlu di ingat disini adalah semua kail yang di pergunakan, hanya memerlukan satu hal: tetap tajam.

Kesemua jenis kail ini adalah kepanjangan tangan anda terhadap si ikan. Jadi jagalah tempat menyimpan kail anda, jangan sampai kail di simpan di tempat yang lembab atau basah, yang pasti akan membuat kail karatan dan tidak berguna, setajam dan semahal apapun kail itu.


>BEBERAPA TEKNIK MANCING YANG UMUM DILAKUKAN DI INDONESIA

>

1. MANCING DASARAN (Bottom Fishing). Mengapa disebut “Mancing Dasaran”, karena apa yang dilakukan adalah menempatkan kail yang berisi umpan di dasar laut (atau sedikit diatasnya agar tidak tersangkut karang) dengan harapan bahwa ikan ikan yang berada di dasar laut memakan umpan tersebut. Ini adalah teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing. Ikan yang menjadi target biasanya adalah Kakap Merah, Jenaha, Kurisi (Kerisi), Kuwe, Krapu, Salem dan beberapa ikan dasar lainnya. Terkadang Tenggiri dan Barracuda juga dapat dipancing dengan cara ini. Mancing dasar menggunakan joran standar dan bisa menggunakan reel spinning atau open (overhead) reel) atau malahan pakai tangan saja (hand line) yaitu cara tradisional. Ukuran pancing yang digunakan berkisar antara nomor 3/0 sampai 1/0. Mancing dasar harus menggunakan pemberat (timah atau besi) yang beratnya tergantung pada kencangnya arus diperairan tersebut. Diperairan kepulauan Seribu mungkin cukup menggunakan timah yang maksimal 200 gram tapi di sekitar Merak, Anyer dan Muara Binuangeun mungkin harus sampai 400 gram beratnya. Umpan yang populer digunakan di perairan P. Seribu adalah udang hidup yang biasanya dibeli dari bagan bagan pada pagi hari atau menggunakan cumi serok (sudah mati). Di daerah Selat Sunda dan Muara Binuangeun pemancing biasanya menggunakan cumi yang di iris iris atau utuh (cumi kecil) dan/atau irisan ikan tongkol atau ikan lain yang dagingnya alot! Mancing Dasaran disebut juga mancing JEBLUKAN. Awalnya mungkin karena sewaktu pemancing melontarkan kail yang diberati timah kedalam air, apakah dari perahu atau dari dermaga biasanya menimbulkan bunyi ”jebluk” sehingga munculah istilah mancing ”jeblukan”
2. NGONCER. Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan (LIVE BAIT). Teknik ini sedikit unik dan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snap swivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10.cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa, seperti Tenggiri dan Barracuda menyambar umpan hidup tadi. Terkadang digunakan pula balon, yang berguna agar ikan tidak berenang ke bawah, sehingga ikan selalu berada di permukaan (1-2m dari permukaan) . Tehnik ini yang sangat efisien dan efektif untuk mancing tenggiri di Kep. Seribu dan mancing ikan permukaan di perairan sekitar Muara Binuangeun. Banyak pemancing sangat menggandrunginya.
3. TROLLING (Tonda). Teknik memancing yang disebut ”trolling” ini harus menggunakan reel khusus (Open Reel) yang cukup kuat dan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling populer adalah yang disebut Rapala untuk memancing ikan ikan seperti Tenggiri dan Wahoo. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang. Jarak umpan dari kapal sekitar 20-100m tergantung dari ukuran umpannya. Cara ini sangat populer digunakan di perairan sekitar Binuangeun dan Ujungkulon tetapi tidak efektif bila digunakan di daerah Kep. Seribu atau di Selat Sunda bagian utara yang tidak banyak ikan palagis diatas 10 kg.
4. CASTING, biasanya dilakukan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur (tidak kaku) dan panjangnya antara 150 sampai 172 cm cm karena berbeda dengan Popping (lihat teknik nomor 8) lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 sampai 30 m). Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar atau sampai pemancing merasa lelah dan menyerah. Oleh karena itu cara mancing seperti ini termasuk Popping dan Jigging (lihat nomor 7 dan 8 ) dikategorikan sebagai Sportfishing yaitu mancing sambil ber olah-raga! Penggemar Casting yang sudah sangat piawai lebih suka menggunakan reel khusus yang disebut Baitcaster lengkap dengan jorannya. Posisi spool Reel Baitcaster seperti juga reel model overhead umumnya adalah melintang sehingg mampu meluncurkan PE atau kenur tanpa hambatan/gesekan dengan spool sehingga PE bisa meluncur dengan lebih cepat dan mencapai jarak yang lebih jauh dari reel spinning. Inilah kelebihan reel Baitcaster dibanding Reel model Spinning. Tetapi, karena kelebihannnya reel tersebut punya kelemahan. PE yang meluncur bila terlampat dihentikan (di reem) sewaktu lure menyentuh air dapat menyebabkan PE meluncur terus dan tumpah ruah sehingga mengakibatkan kusut parah. Oleh karena itu, untuk mampu menggunakan reel Baitcaster memerlukan latihan yang terus menerus untuk menguasai penggunaannya karena
5. SURF CASTING. Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas). Oleh teman-teman di daerah Yogya teknik mancing ini disebut PASIRAN. Walaupun teknik dasarnya hampir sama dengan casting yaitu melontarkan umpan sejauh jauhnya tetapi dalam Surf Casting, umpan yang di lontarkan justru dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat dia jatuh. Oleh karena itu teknik mancing ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak. Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan palsu (tiruan) tetapi biasanya irisan ikan, cacing laut, undur-undur atau kerang-kerang yang ditemukan dipesisir. Pelontaran umpan tidak dilakukan secara sembarangan tetapi harus ditujukan ke cekukan cekukan/celuk yang diperkirakan ada ikan. Selain daripada itu surf casting biasanya dilakukan pada waktu pasang naik karena pada saat itulah ikan ikan mendekati pantai untuk mencari makanan. Selain dipantai, teknik surf casting juga bisa dilakukan di muara sungai, juga pada saat laut pasang!
6. ROCK CASTING. Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam. Teknik dasarnya juga sama yaitu melontarkan umpan sejauh jauhnya dan umpan yang di lontarkan dibiarkan mendarat dan tinggal di tempat dia jatuh. Oleh karena itu teknik mancing ini harus menggunakan timah pemberat untuk menahan agar umpan tidak bergerak kesana kemari dibawa ombak. Umpan yang digunakan juga bukanlah umpan palsu (tiruan) tetapi biasanya irisan ikan, cacing laut atau kerang-kerang yang ditemukan dipesisir. Seperti dalam Surf Casting, pemancing biasanya tidak memegangi jorannya terus menerus tetapi menempatkannya disuatu tempat atau pada penyangga yang kokoh dan mengamati dari kejauhan sampai umpannya disambar ikan. Memancing dengan teknik Rock Casting sebenarnya sangat berbahaya karena pemancing harus memanjat tebing dan mencari spot diatas permukaan batu karang yang tingginya dari permukaan laut antara 2 m sampai 20 m. Yang hanya 4 m dari permukaan laut dapat tiba tiba dikelilingi air laut dan terpisah dari daratan pada saat pasang naik. Lokasi yang sangat tinggi juga sangat berbahaya karena ada bahaya terjatuh kedalam laut. Oleh karena itu teknik ini biasnya hanya dilakukan oleh pemancing yang suka mencari petualangan. Para ahli menasihatkan agar mereka yang senang ”Rock Casting” selalu melakukannya bersama teman agar bisa saling menolong.
7. JIGGING – Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas. Pada saat ini, spot yang paling populer untuk teknik Jigging bagi para pemancing Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten adalah di perairan Muara Binuangeun sekitar Pulau Deli dan di Sea Mount Reef yang lokasinya antara Lampung Barat dengan Ujung Kulon. Jigging biasnya dilakukan pada spot yang terdiri dari terumbu karang atau tubiran dengan kedalaman antara 50 sampai 100 m. Jig yang digunakan biasanya adalah yang memiliki berat minimal 150 gram agar terjun dengan cepat menuju dasar laut. Tetapi saat ini teman teman penggemar Jigging di Sea Mount Reef dan di Bali lebih suka menggunakan jig yang beratnya antara 230 sampai 400 gram tergantung jenis ikan yang menjadi sasaran. Memancing dengan teknik Jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari teknik Popping atau Casting. Joran yang digunakan cenderung lebih kaku dan pendek (antara 150 sampai 170 cm), agak lebih kaku dari joran untuk mancing Dasaran. Joran untuk jigging hampir mirip dengan joran Trolling tetapi lebih kecil ukurannya dan terdiri dari 2 sambungan yang sambungannya berada diujung pangkal joran (butt). Reelnya juga harus lebih kokoh dibandingkan dengan reel untuk popping walaupun pada dasarnya bisa ditukar-tukar. Seperti telah disebutkan diawal sewaktu Jigging, jig tidak diayunkan ke spot yang dijadikan target tetapi dicemplungkan dan dibiarkan meluncur ke dasar laut secepat mungkin kemudian segera menggulung reel dengan cepat sambil sesekali disentak sentak. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami tetapi berenang menuju keatas sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Jigging biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang lego jangkar dan berdiam ditempat. Tetapi waktu saya igging di Bali dengan beberapa teman perahu kami dibiarkan hanyut dan kemudian harus kembali ke spot semula karena kedalaman lautnya mencapai 80 sampai 90 m sehingga sulit untuk lego jangkar. Bila terjadi strike, jig biasanya tiba tiba terasa berat dan ada yang menarik sehingga harus segera dilakukan ”fight” agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Seperti juga dalam Popping, tantangan utama dalam jigging adalah justru mempertahankan agar ikan yang menyambar jig tidak bisa lari dan bersembunyi dibalik karang. Bila ini terjadi maka yang biasanya terjadi adalah jig terpaksa diputuskan/dikorbankan. Istilah para pemancing Indonesia adalah menjadi sesajen untuk laut selatan (bila terjadinya di Binuangeun).
8. POPPING. Teknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi teknik Popping menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. Cincin-cincin (guide/kolongnya) berukuran besar agar kenur dapat meluncur dengan cepat dan sewaktu di retrieve (digulung) benang PE atau kenur akan kembali dengan lancar. Joran yang lebih panjang akan menghasilkan pelontaran umpan yang lebih jauh. Reel yang digunakan biasanya kelas 6000 keatas dan kenurnya adalah benang PE (Braided) kelas 50 lbs sampai 80 lbs. Sesuai dengan sebutannya, teknik popping khusus menggunakan ”lure” (umpan buatan) yang disebut Popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram. Umpan buatan yang dipakai terdiri dari 2 jenis. Yang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” karena kepalanya ”tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus. Teknik Popping hampir sama dengan Casting yaitu mengayunkan umpan tiruan ke spot yang dijadikan target kemudian menggulung reel dengan cepat, lalu setelah bebera putaran popper disentak (bila umpannya Chugger) lalu menggulungnya lagi. Cara tersebut dilakukan agar umpan tiruan tersebut bergerak mirip ikan umpan alami, sehingga ikan sasaran mau menyambarnya. Perbedaan utama antara Popping dengan Casting adalah bahwa Popping biasanya dilakukan dari kapal/perahu yang ”stand bye”. Artinya mesin kapal tetap hidup dan jangkar tidak diturunkan agar kapal bisa segera mundur bila telah terlalu dekat ke karang atau bila umpan disambar ikan target agar ikan tersebut tidak bisa menyelam dan bersembunyi didalam karang. Teknik ”popping” sangat populer di perairan Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur (sekitar Pulau Komodo) dan banyak dilakukan oleh orang asing, seperti Jepang, Korea dan juga Indonesia. Popping sekarang sangat populer dikalangan pemancing hobbyist Indonesia terutama untuk memancing Tuna pada waktu musimnya dan GT (Grand Trevally/Kuwe Gerong) yang bisa dilakukan kapan saja asal di spot yang tepat. Spot yang paling populer untuk pemancing Jabodetabek dan Banten saat ini adalah di sekitar Karang Tungku Tiga dan Batu Mandi sekitar Pulau Sanghyang, Tanjung Tua dan Karang Krekah dekat Bakauhuni, di Karang Jajar dan sekitar Pulau Panaitan, Ujungkulon. Semua spot ini berada di wilayah perairan Selat Sunda. Gerombolan ikan Tuna sirip kuning biasanya muncul sekitar bulan Maret-April di perairan Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
9. Mancing GARONG. Cara mincing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan “ngegarong” karena menggunakan sejenis mincing yang bermata 6(enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “GARONG”! Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran TEGEK yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 4 m sampai 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m. Mancing ini umumnya menggunakan umpan lumut laut yang banyak tersedia dibebatuan di pantai. Kadang kadang orang menggunakan nasi atau kue. Umpan tersebut tidak ditempelkan di pancing tetapi dijepit oleh kenur kira kira 1 – 2 cm diatas pancing. Target yang utama adalah ikan Baronang, Botana, dan terkadang juga ikan Kakak Tua. Tehnik ini murah tetapi sangat unik, eksentrik dan sebenarnya sangat sulit. Mancing “garong” tidak memerlukan perahu atau kapal karena dilakukan dari pinggiran seperti dermaga, batu batu (beton) pemecah ombak, atau jembatan di sekitar pantai. Oleh karena itu, teknik mancing yang satu ini dianggap yang paling murah biayanya dan banyak orang sangat menikmatinya dan benar-benar ketagihan!
Catatan khusus tentang lokasi mancing di laut sekitar DKI & Jabar
1. Musim Mancing:
 Laut Jawa & Selat Sunda : Antara bulan Mei sampai Nopember (musim Angin Selatan)
 Binuangeun, Pelabuhan Ratu, Pangandaran & Cilacap: Antara bulan Nopember – Mei (Musim Angin Barat)

2. Sewa Kapal (Perahu):
 Teluk Jakarta (dari Tanjung Pasir atau PLTU) Sewa seharian (12 jam) biasanya dari jam 05.00 pagi sampai jam 17.00 rp.800.000,- duluar umpan, es balok, bekal & tip. Kapasitas perahu maksimum 4 orang pemancing plus 3 ABK.
 Merak (untuk mancing disekitar Pulau Sanghyang dan Karang Tungku 3) biaya sama dengan di Jakarta. Kapasitas kapal sama. Jam penyewaan juga sama.
 Anyer (Dermaga Paku); sama dengan di Merak.
 Muara Binuangeun ; antara rp.4 jt sampai 10 juta untuk 36 jam. Lain-lain sama
 Pelabuhan Ratu rp.3 sampai 4 jt. Untuk selama 12 jam !
3. Pelayanan di Kapal/Perahu
i. Kapten membawa kita ke spot mancing yang biasa dia pergi. Biasanya karang atau kapal karam. Kapal di Binuangeun dilengkapi GPS dan Fish Finder selain Radio Komunikasi. Kapten di Pelabuhan Ratu membawa pemancing mengejar Tuna pada waktu musimnya.
ii. ABK memasakan nasi, menggoreng ikan, membuat kopi/teh. Ada kapten/ABK di Mereka yang pandai membuat pindang kuah.
iii. ABK bertindak sebagai Caddy. Memasangkan umpan, mengganco/menjaring ikan dan melepaskan kail. Mereka juga membantu mengikatkan knot/rig, kail dan timah pemberat.
iv. ABK di Muara Binuangeun akan membersihkan semua peralatan mancing, melepaskan reel dan membersihkan semuanya selama perjalanan pulang.

(Dikumpulkan dan ditulis ulang oleh A. S. Ruky)

>Rebuild Joran, by : Lodewijk – Fishyforum

>



1. gimana cara melepas ring guide dari joran? apakah dipanaskan ato bagaimana? serta bagaimana cara membersihkan bekas nya di joran?

- Saya biasanya mulai dari kaki ring guide. Dengan memakai cutter atau pisau kecil yg tajam, sayat bagian lilitan benang diatas kaki ring guide. Dengan cara ini, kalau sayatan kita terlalu dalam tidak akan melukai atau membahayakan body joran, karena pisau akan terbentur dengan logam dari kaki guide. Setelah kaki guide bebas dari lilitan benang (thread) kita bisa melepas guide-nya dan sisa benang lainnya juga bisa diurai dengan mudah (pakai tangan). Sewaktu menyayat benang/thread pada kaki ring guide, bisa juga tempat yg akan kita sayat dipanaskan dengan hair dryer, seperti pd gambar. (lihat gbr attachment no 01)

- Untuk membersihkan sisa2 lem bisa pakai cutter/pisau untuk tonjolan yg besar2 dan diratakan dengan kertas gosok mulai dr yg kasar s/d yg halus.

2. gimana juga cara melepas eva grip, reel seat n butt dari joran?

- Cara melepas EVA ini yg agak susah, kalau mau dipakai lagi. Kalau hanya melepas (dirusak) lalu dibuang sih gampang saja. Hal ini tergantung dari kuat atau tidaknya (merata atau tidak) lem epoxy-nya. Kalau lem-nya kurang kuat bisa ditusuk2 pakai barang yg tipis & panjang lalu EVA di putar2 sampai lepas. Tapi cara ini sulit kalau pd EVA lem-nya merata dan kuat.

- Untuk EVA yg lem-nya merata/kuat, saya potong pakai cutter pelan2 sepanjang EVA-nya. Hati2 dalam melakukan hal ini, jangan terlalu kuat menekan cutter karena dapat melukai joran kalau terlalu dalam.
Lalu kalau sudah terbuka, bagian yg masih melekat dapat di ‘kuliti’ pelan2 pakai cutter (seperti ‘menguliti’ binatang buruan).
Dengan cara ini EVA bisa di daur ulang, meski ada bekas sambungan memanjang, lihat pd gbr attachment no 02. Pada gambar ini masih tampak bekas sambungannya.

- Demikian juga untuk reel seat, untuk membuka kita lepas dahulu bagian ring yg dapat diputar (yg bisa maju-mundur). Lalu kita sayat pakai cutter/pisau kecil pada garis memanjang reel seat, sehingga reel seat akan terbelah. Setelah terbelah bisa diputar2 untuk melepaskan ikatan lem-nya. (lihat gbr attachment no 03)
Reel seat dapat di daur ulang dengan menge-lem bagian yg terbelah ini (pakai SuperGlue) dan pd saat memasang berikan epoxy yg sedikit lebih banyak (extra) agar lebih kuat. Reel seat daur ulang ini sudah saya pakai jigging di Miri dan tidak ada masalah, meskipun saya juga tidak berani garansi kekuatannya….

- Untuk butt/gimbal, kalau dari karet/rubber gimbal, tidak ada cara lain, selain merusaknya untuk membukanya. Kalau dari aluminium, bisa kita panasi dahulu dengan ‘mini torch’ atau korek api gas yg besar. Setelah lem epoxy agak ‘melunak’ karena panas, bisa kita putar2 dan ditarik untuk melepas gimbal-nya.

Kemudian untuk build nya kembali :

3. Gimana cara memasang kembali eva grip, reel seat n butt? apakah juga menggunakan lem epoxy yg sama utk wrapping??

- Cara memasang EVA kita biasanya pakai lem epoxy yg sama dengan untuk melapisi benang (thread) atau untuk coating joran. Masalahnya terkadang diameter dalam (Inner Diameter/ID) EVA jauh lebih besar atau lebih kecil dari diameter joran (butt).

- Kalau ID EVA lebih besar dari OD (Outer Diameter) joran, bisa kita pakai isolasi kertas pada joran untuk memperbesar diameter-nya.

- Lalu kalau ID EVA lebih kecil dari joran, ini yg agak ribet. Saya diajarkan oleh rod builder di Singapore untuk merendam EVA-nya terlebih dahulu dengan thinner selama 4 s/d 6menit (note: thinner harus mutu yg paling bagus). Lalu EVA akan menjadi lebih ‘soft’ dan menjadi mudah untuk dimasukkan ke dalam butt (butt sudah dilumuri dengan epoxy sebelumnya). Kelebihan epoxy yg meleleh keluar dapat dibersihkan dengan thinner yg sama juga.

- Reel seat dapat dipasang dengan mengukur ID dari reel seat dan OD dari joran (butt). Selisihnya kita ‘tambal’ dengan isolasi kertas. Biasanya saya pakai isolasi kertas lebar sekitar 2cm dan pakai 3-4 buah lilitan untuk ‘bantalan reel seat.

- Pemasangan butt/gimbal juga seperti reel seat, pakai isolasi kertas (masking tape) untuk mengganjal kekurangan diameter pangkal joran. Lalu diberi epoxy dan gimbal/butt dapat dipasang.

>Tips merawat reel, by : Wiwied a.k.a Jabricks – Fishyforum

>


1. Jangan melepas spool dan merendamnya di air, karena air akan masuk ke mekanisme drag dan akan membuat drag jalan abnormal. waktu mencuci reel justru kencangkan drag agar air tidak masuk ke mekanisme drag. Drag di reel ada 2 tipe, drag kering dan drag basah, drag kering biasanya metal washer cuma 2-3 biji dan semua washernya mesti bener2 kering dari apapun. kalo metal washernya lebih dari 3 biasanya pake drag basah, artinya ada oli di washer2nya. nah ini ga boleh salah kaprah… drag kering dikasih oli akan jadi mlorot ga bisa ngerem dragnya, drag basah ga dikasih oli, drag akan mengunci kalo dikerasin dikit aja. nah.. drag2 ini kalo kena air jadi ga karuan jalannya. kalo mau tau ya dicoba aja sendiri.

2. Lubrikasi reel, ada 2 jenis lubricant yaitu grease sama oil, grease itu fat, kental kaya mentega, oil ya oli… bentuknya cair. Bagian2 mana dari reel yang pake oil dan mana yang pake grease? Semua bearing pake oil bukan grease, semua gear pake grease bukan oil. Khusus untuk mekanisme oneway roller bearing jangan sekali2 dikasih grease apalagi berlebihan, roller bearing di tahan oleh per yang kecil2 sekali, kira2 1/5 dari diameter per ballpoint dengan kelenturan yang tinggi, kalo per2 ini kena grease, suka macet dan bikin rollernya ga mau main, alhasil oneway roller suka ga bekerja dan reel bisa terputar balik… ini bahaya, saya pernah mengalami jari2 kiri dihantam oleh handel stella waktu strike dan oneway bearing ga bekerja… sampe biru2 tangan saya. Jangan kasih grease terlalu banyak di area pinion gear ato gigi nanas, bukannya reel jadi lancar malah jadi seret ga karuan. Kasih grease secukupnya saja… Kasih perhatian sama line roller, itu mekanisme penggulung kenur di bail arm, suka orang lupa kalo disitu ada bearingnya juga.

3. Setiap beberapa kali trip, selalu buka mekanisme oneway bearing dengan melepas rotor terlebih dahulu, bagian ini sering terkumpul garam, walaupun reel selalu dicuci waktu habis mancing.

4. Tips untuk overhaul reel, bongkar semua bagian reel tanpa terkecuali. Ingat2 posisi semua part dengan mencatatnya atau letakkan di wadah2 plastik untuk masing2 bagian. Jangan lupa posisinya nanti ga bisa balikin lagi repot jadinya. Biasanya dalam box reel ada exploded diagram (gambar bagian2 parts dari reel berikut nomer serinya), gunakan diagram ini. Cuci semua bagian reel dengan WD40, pake kuas kecil untuk bagian2 yang sulit. Hilangkan semua bekas2 grease yang biasanya sudah berwarna coklat dan hitam. Kalao semua sudah bersih, pasang kembali dan berikan grease dan oli yang baru… reel anda pasti jauh lebih halus suaranya…. dijamin!

5. Di stella, kalo rotornya dibuka, ada karet lingkaran warna crem bentuknya seperti seal, ini sebetulnya bukan seal, tapi berfungsi untuk menahan rotor waktu bail arm dibuka, coba rasakan, kalo bail arm dibuka rotor pasti jadi seret jalannya, karena ada semacam kait yang akan menempel di lingkaran karet seperti seal ini. Karet ini jangan dicuci pake WD40, bisa melar ga karuan…

6. Untuk ultegra keatas sampe dengan stella, jangan membuka worm shaft dengan membuka penahannya yang berada di belakang reel… mekanisme ini bisa dicuci bersih pake WD40 dan kuas tanpa harus dibongkar… kalo anda bongkar worm shaftnya… anda akan kesulitan memasangnya kembali… this is really pain in the ass… menyebalkan.

7. Kalo anda ga brani bongkar2 reel sendiri, bawa aja ke dealer ato tukang servis ato kirim ke saya nanti saya servis.. hehehe. Yang jelas reel mau mahal kaya apa tetep aja harus di overhaul sekali waktu untuk memberi lubricant yang baru, Mobil aja tiap 2000-3000km ganti oli kan? Reel yang penampilannya mulus belum tentu jeroannya mulus juga.

8. Kalo ga mau repot2 ngerawat alat pancing ya jangan beli alat pancing. hahaha….



Wiwied a.k.a Jabricks – Fishyforum

>Trik memancing cumi dengan squid jig beraroma, by Frankyl – Fishyforum

>


kita semua sekarang ini merasakan sulitnya mendapat ikan.. dimana dalam keadaan situasi yang sudah berbeda dengan 10 tahun yang lalu, yang waktu itu ikan masih lebih mudah (bodoh??) dipancing.

maka bila ingin memancing dengan hasil yang ok, kita harus mencari spot yang jauh2 yang notabene tidak “sesuai” lagi dengan ongkos / biaya yang dikeluarkan oleh kantong “kita” dengan hasil pancingan.

salah satu solusinya peningkatan teknik dalam “menipu ikan” harus dikembangkan. bila tidak ingin boncos setiap tripnya. malu2in suhu kita aja boncos mulu..

tidak pula mutlak harus pakai umpan, joran, reel yang berkelas (mahal).. karena “seni” menipu ikan tidak boleh diabaikan.. (maklum ikan jaman sekarang udah “sekolah” sudah makin susah ditipu??!)

misal Baron yang hanya mondar-mandir nggak mau makan umpan.. ikan di dermaga sering ogah2an makan umpan.. mencium umpan.. lalu melengos pergi.. setau saya ikan tertarik dengan bentuk.. gerakan – getaran – bunyi – rasa – warna – bau..

saya mencoba salah satu yaitu bau.. saya lubangi jig squid saya dengan bor, baik jig squid yg dari resin maupun kayu semua bisa. setelah lubang kira2 5cm. bisa dilubangi di bagian punggung / perut jig tsb.. mata bor sesuaikan dengan ukuran jig.. lalu suntikan cairan berupa choya (essence Choya yang sering dipakai untuk campuran umpan pelet.. untuk mancing galatama/ kolam..) yang bau amis atau aroma udang – tuna dll.. suntikan bisa pakai alat untuk vaksinasi ayam atau suntikan refill tinta komputer lebih bagus! tanpa jarum suntik (ntar bawa2 jarum suntik dikira narkobais he..he..)

lalu setelah lubang berisi cairan choya di tutup dengan gabus filter rokok.
{action jig tidak terganggu amat ,karena kita hanya melubangi sedikit badan jig tsb dan lubang kecil tsb ditutup pakai bekas filter rokok yg dipotong dua (jangan bikin lubang segede filter rokok…he…he..) pakai mata bor yg kecil ajah…soal berat jig….. malah kadang2 kl arus agak kenceng didepan jig dikasih timah bolong kecil agar jig tidak melayang dekat permukaan ….idealnya melayang ditengah atau agak dasar….kecuali ada saat tertentu cumi naik dipermukaan …..}

sederhana dan mudah.. saya sudah coba hasilnya ada perbedaan. saya mendapatkan strike cumi lebih sering dari pemancing di kanan kiri saya.. dan cumi lebih mencengkeram jig jarang dilepaskan lagi / mocel..

kalau soal warna jig squid di P. Seribu dan P. Batam untuk cumi jarum / cumi semampar lebih tertarik warna merah atau orange baru warna biru.

rekan2 bisa mencoba untuk umpan popping? trolling? jigging? casting? barangkali.. karena ya itu tadi, ikan selain tertarik dengan gerakan, bentuk, warna, rasa, dan bau / aroma, bukan ikan fresh water saja yang perlu aroma macam2. tapi ikan salt water juga.

thx
Franky a.k.a Frankyl – Fishyforum

>Tips Memancing Kakap Putih di Sungai, by Bara_fisher a.k.a Sudarmanto – Fishyforum

>


Tips Memancing Kakap Putih di Sungai

Pernahkah anda gagal memancing karena lokasinya tidak diprediksi sehingga rencana Anda tidak berhasil? Misalnya di laut, Anda lalai membaca awan sehingga turun hujan dan badai, sehingga rencana memancing menjadi gagal. Atau barangkali Anda datang dari jauh-jauah memancing di suatu sungai akan tetapi setelah sampai lokasi target ikan yang Anda inginkan tidak ada.

Pernahkah Anda berharap mendapatkan ikan pancingan sesuai target yang diinginkan?

Pernahkan Anda banyak mengingat ciri-ciri lokasi perairan yang memiliki kemungkinan kesempatan adanya ikan yang Anda targetkan?

Berikut kami sampaikan tulisan tentang Memancing Ikan Kakap Putih di Perairan Sungai, sekalian menambahkan thread beberapa rekan yang telah mendahului membuka thread daLam forum ini.

Ikan kakap putih mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat pada kondisi perairan payau ke perairan asin (laut) ataupun sebaliknya. Sehingga sering seorang pemancing mendapatkan kakap putih di sungai dengan berbagai variasi ukuran.

Hal ini biasa terjadi karena sistem salinitasnya memang memungkinkannya demikian.
Makanan ikan spesifik, (lihat tulisan saya sebelummnya ttg Umpan Memancing Ikan Kakap Putih) terdiri dari kelompok ikan kecil dan udang-udangan.

Karakteristik Sungai tempat habitat Kakap Putih, antara lain:
ü Sungainya lebar, mempunyai penampang basah permukaan semisal 30 meter, dengan kedalaman cukup untuk ukuran ikan setara 5kg (di P.Jawa)
(saya menyimpulkan sekitar kedalaman 5 meter sudah cukup untuk membuat kemungkinan ikan besar bermigrasi atau bermukim)

ü Debit aliran air kontinu.
(bukan terlalu sering terjadi air bah atau sentoran dari lokasi atas, kalo banjir sih… sudah biasa)

ü Salinitas tipe airnya : air payau atau intrusi air laut saat pasang. Sejauh air air laut pasang bisa mencapai aliran sungai di darat, maka sejauh itu memancing predator ikan kelas satu ini bisa dilakukan.

ü Warna air sungainya relatif bersih dapat berwarna hijau (algae) atau kuning atau coklat (mirip air teh).

ü Berada di lubuk (cekungan/ kedalam sungai pada suatu alur).

Lokasi sungai yang ideal bagi habitat kakap putih:

- Sungai relatif bebas dari kotoran berupa sampah, olie dan kayu-kayu terapung. (Anda tidak pernah menemukan ikan kakap putih ini pada air sungai yang banyak sampah, ikan ini tergolong pemilih lokasi yang bersih).

- Lokasi banyak tonggak, kayu menancap ataupun bakau, bekas jembatan atau di pile cap jembatan.

- Bila di alur sungai ada aktifitas kegiatan bongkar muat atau pelayaran, akan lebih baik Anda memancing di sekitar lokasi kegiatan di bagian hulu (arah laut).

- Bila memancing di sungai dengan tepinya tumbuhan paku-pakuan, sebaiknya telusuri lokasi badan sungai dengan lubuk yang mempunyai posisi luas dan dalam.

(Jika Anda mendapatkan ikan ini di saat pemancingan yang anda lakukan, maka kunjungi lokasi ini sekitar 1-2 bulan kemudian karena semakin sering anda kunjungi lagi, semakin banyak waktu sia2 yang anda buang. … hmm … mm. Sebaiknya memancing di sungai seperti menanam dan memanen > ciptakan lokasi pancing sungai sendiri dan jalan masuk jangan terlalu diketahui banyak orang )

- Bila memancing di sungai dengan tepian batu atau tonggak kayu, carilah lubuk air yang dalam dan saran saya sebaiknya posisi Anda berada bagian hilir (atas), usahakan umpan bergerak di antara hulu dan hilir sekitar lubuk.

- Jika Alur muara sungai menyempit dan terdapat tanggul kayu, tanggul batu aau kanan kirinya tekstur tanahnya keras berbatu maka Anda sebaiknya memancing di sekitar persis muara, jangan jauh-jauh dari muara. (Pesan saya: jika memancing malam di muara sungai sebaiknya Anda hanya tetap waspada dan tetap saling memperhatikan posisi teman Anda mancing.)

Peralatan Tambahan:

Selain alat pancing, peralatan yang sebaiknya Anda bawa bila memancing di sungai yang yang sangat perlu anda bawa (apalagi jika anda belum pernah memancing di lokasi tersebut sebelumnya) adalah:

Parang kecil > untuk membuka lahan/ lokasi.
Sepatu karet/ safety shoes > untuk perlindungan kaki terhadap ranting/ dahan kering sewaktu anda menyusur sungai
Rokok kretek / daun tembakau > barang ini berjaga bila terkena lintah atau pacet, air campuran tembakau dapat melepaskan mulut penghisap lintah/pacet.
Metode Mancing:
Umpan yang saya rekomendasi : Udang putih hidup / belut hidup / cumi utuh kecil

Metode Mancing yang sesuai:

Fly fishing
- Umpan yang Anda pakai sedikit lebih besar dari umpan biasa yang dipakai di laut. Misalnya : Umpan memancing di laut memakai udang putih 10-12 cm maka di sungai/ muara bisa dipakai ukuran 15cm.
- Pasang leader line dg seling 80 sepanjang 40cm, disambung langsung dg swivell. Umpannya hanya diperbolehkan 1 ekor.
- Sebaiknya semakin sering anda melakukan angkat turun umpan beberapa kali. (capek memang kalo mancing di sungai… ngangkat turunkan terus..)

Memancing dengan bandul timah.
Usahakan posisi umpan pada ketinggian 75 cm s/d 1 meter di atas bandul. Bandul tidak boleh terlalu berat.

Demikian kami bagi pengalaman ini.
Selamat mencoba!!

Salam buat semua rekan
Bara_fisher (pemancing barramundi… pemerhati ikan dan pemancingnya)
Sudarmanto
Fishyforum